cybermuslim4c
Selasa, 28 April 2015
Apa Kado bill gates jika istrinya ultah ?
Jakarta - Berkali-kali dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia, bukan berarti kehidupan Bill Gates selalu glamor. Setidaknya, itulah yang dikatakan sang istri, Melinda Gates. Melinda mengungkap, mereka berusaha hidup layaknya orang normal.
Jadi apa yang diberikan Bill kalau misalnya Melinda ulang tahun? Ternyata bukan perhiasan mewah atau mobil mahal yang sebenarnya bisa dibelikan sang pendiri Microsoft dengan mudah. Tapi sesuatu yang sederhana saja.
"Di waktu yang spesial, Bill selalu memberikan hadiah padaku. Biasanya sesuatu yang pribadi, sweater yang cantik atau sepasang piyama," kata Melinda yang dikutip detikINET dari Daily Mail, Selasa (28/4/2015).
Menurut Melinda, Bill bahkan tak segan belanja sendiri untuk membelikan kado baginya atau tiga anak mereka, Rory, Jennifer dan Phoebe. "Suatu kali saat Natal, putri kami pada saat-saat terakhir menginginkan mainan yang berbeda, tapi aku di luar kota, jadi Bill yang membelinya di toko," tutur Melinda.
Bill dan Melinda serta anak-anak mereka memang sepertinya jarang pamer kekayaan. Mungkin karena memang sudah begitu kaya raya. Hari-hari mereka disibukkan mengurus yayasan Bill & Melinda Gates Foundation, yang sejauh ini sudah mengucurkan sekitar USD 19 miliar untuk bantuan kemanusiaan.
Bill dan Melinda sama-sama suka berada di rumah saja. "Apa yang kusukai adalah berada di rumah, memakai celana yoga, membuat pop corn dan melihat film bersama dengan anak-anak," lanjut Melinda.
"Bill suka nonton film tembak-tembakan jadi dia cenderung nonton dengan anak lelakiku. Sedangkan aku dan anak-anak perempuan lebih senang komedi romantis," papar Melinda.
Bagaimana kisah pertemuan Bill dan Melinda Gates? Ternyata semua berawal dari tempat parkir di kantor Microsoft. Melinda dulu memang adalah pegawai Microsoft
"Suatu hari pada Minggu siang, beberapa bulan setelah kami pertama kali bertemu, kami bertemu di tempat parkir Microsoft dan berbincang-bincang sebentar. Akhirnya, dia menanyakan apakah aku punya waktu luang di Sabtu malam pada dua minggu kemudian," ucap Melinda.
"Aku tertawa dan mengatakan kalau aku tak tahu apa rencanaku dua minggu kemudian, itu waktu yang lama. Beberapa saat kemudian, dia memintaku jalan setelah pekerjaannya selesai. Aku mengiyakannya danya begitulah," paparnya.
Pada tahun 1994, Bill mengajak Melinda menikah dan keduanya mengucapkan janji hidup bersama di sebuah upacara privat di Hawaii. Melinda mengaku tertarik pada sosok Bill Gates karena ada dua sisi menonjol dalam karakternya.
"Di satu sisi dia ambisius, di sisi lain dia punya nilai-nilai keluarga yang mendalam. Kupikir, Bill juga melihat hal yang sama dari diriku," tambahnya.
sumber klik
Indonesia diserbu asing lewat e-commerc
Jakarta - Menjelang pelaksanaan pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di akhir 2015, banyak yang memprediksi Indonesia akan menjadi market yang potensial bagi negara lain untuk menjual barangnya. Salah satunya melalui e-commerce.
“Kondisi ini tidak bisa kita elakkan. Orang-orang dari luar Indonesia akan berduyun-duyun datang ke Indonesia. Tujuan mereka cuma satu, menguasai pasar Indonesia. Mau tidak mau, kita harus berbenah agar mampu menjadi tuan di rumah sendiri,” ujar Fajrin Rasyid, Co-Founder & CFO Bukalapak.com di Jakarta, Selasa (28/4/2015).
Bisnis e-commerce di Indonesia berkembang pesat dalam lima tahun terakhir. Hal itu terlihat dari hasil riset yang diprakarsai oleh Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA), Google Indonesia, dan TNS (Taylor Nelson Sofres).
Riset itu memperlihatkan bahwa pada 2013 lalu nilai pasar e-commerce Indonesia yang mencapai USD 8 miliar atau sekitar Rp 94,5 triliun, diprediksi naik tiga kali lipat menjadi USD 25 miliar atau sekitar Rp 295 triliun di tahun 2016.
Potensi ini dibarengi dengan jumlah pengguna internet yang mencapai angka 82 juta orang atau sekitar 30% dari total penduduk di Indonesia. Ini membuat pasar e-commerce menjadi tambang emas yang sangat menggoda bagi sebagian orang yang bisa melihat potensi ke depannya.
Bagi e-commerce lokal, salah satu langkah untuk berbenah, menurut Fajrin, adalah dengan memaksimalkan potensi bisnis e-commerce yang telah terbukti pertumbuhannya terus meningkat.
Apalagi, jual-beli online ini hanya butuh modal kecil namun hasilnya bisa besar -- low cost high impact. “Di era seperti sekarang ini, semua orang bisa sukses menjadi online seller,” ujarnya
Meski demikian, Fajrin mengingatkan calon pelapak atau penjual online agar mempelajari secara detil media e-commerce-nya. Pasalnya, selama ini dikenal dua kategori dalam e-commerce, yakni Classified Media dan Transaction Platform. Untuk yang terakhir, dikenal adanya konsep C2C (personal), lalu small B2C, B2B2C dan terakhir B2C.
“Bukalapak merupakan marketplace (C2C) yang melibatkan pelapak dan pembeli secara langsung,” ujarnya. “Masing-masing media tersebut memiliki keunggulan dan kelemahannya.”
Di sisi lain, bagi mereka yang ingin mengelola perusahaan e-commerce agar segera memulai usahanya dan tidak menunda lagi. Harus ada keyakinan bahwa peluang besar bisnis e-commerce itu terbuka lebar.
Ini bisa dilihat dalam beberapa tahun terakhir dimana banyak sekali perusahaan online didirikan. Produk yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari mode/fashion, peralatan elektronik, alat-alat rumah tangga dan lain-lain.
Apalagi, data idEA menyiratkan bahwa di akhir 2015 pengguna internet di Indonesia akan mencapai 125 juta orang, sebuah lonjakan besar dari 55 juta pengguna tahun 2012. Pengamatan ini berdasarkan pertumbuhan kelas menengah yang makin luas sekaligus menjadi kekuatan pendorong yang sangat besar.
“Jangan lupa melakukan benchmarking dengan pemain-pemain e-commerce yang sudah eksis dan tumbuh besar. Ini juga harus didukung dengan berbagai keunggulan produk yang dijual di lapak,” ujarnya.
Saat ini, Bukalapak memiliki jumlah pelapak yang telah lebih dari 200.000, melonjak dibandingkan saat berdiri pada 2010 dimana hanya 6.500 pelapak. Sedangkan pengunjung Bukalapak kini telah mencapai lebih dari 1 juta orang setiap harinya.
Kinerja Bukalapak juga telah mengundang sejumlah investor untuk menaruh dananya. Setelah mendapatkan investasi pertama dari Batavia Incubator pada 2010, kemudian datang investasi selanjutnya dari Aucfan, IREP, 500 Startups, dan GREE Ventures (serie A). Terakhir, pada Februari 2015, Bukalapak mendapatkan investasi serie B dari Emtek Group.
“Semua ini tak lepas dari keunggulan produk yang kami tawarkan, tim internal yang solid dan pangsa pasar Bukalapak yang terus membesar. Meski demikian, kami tidak pernah puas dengan hasil yang kami capai selama ini. Kami terus bekerja dan bekerja untuk membesarkan Bukalapak,” pungkasnya
klik sumber
Langganan:
Postingan (Atom)

